Praktik Kerja Lapangan SMK NU KESESI Periode 14 Sept – 22 Nov Telah Selesai

Sejak Tanggal 14 September Hingga Tanggal 22 November 2021.

Siswi-siswi jurusan akuntansi yang berjumlah 3 orang, berasal dari sekolah smk nu kesesi, telah mengikuti pelatihan praktik kerja lapangan yang telah diselenggarakan dari pihak sekolah, kedalam setiap lokasi wilayah balai desa didekat domisili tempat tinggalnya.

Adapan siswi siswi tersebut yang merupakan warga asli desa medayu. Sehingga saat praktik kerja lapangan, merekapun ditempatkan dibalai desa medayu.

Ppkm level 3.dipemalang.membuat siswi siswi tersebut harus melakukan praktik kerja lapangan didekat wilayah mereka masing masing.

Covid 19 yang masih melanda, tak menjadi halangan, mereka tetap slalu aktif dalam belajar dan slalu membantu dalam setiap kegiatan yang dijadwalkan didesa.

Salah satunya adalah kegiatan vaksinasi covid 19. Dan siswi siswi tersebut menjadi bagian dalam tim pendataan vaksinasi.

3 bulan telah usai. Dan kemarin hari senin tgl 22 november 2021.mereka telah resmi ditarik dari lokasi praktik kerja lapangan kembali untuk melakukan pelajaran disekolah nya. Dengan hadirnya pak widi selaku pengawas dari sekolah smk nu kesesi. Dengan didampingi pak edi supeno selaku pembimbing lapangan dilokasi praktik kerja lapangan balaidesa medayu.

“Tetap semangat belajar dalam mewujudkan cita-cita” Adik-adik PKL Smk Nu Kesesi. Semoga Sukses. Amin

Selamat Memperingati Hari Pahlawan Nasional

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal berapa di bulan November beserta momen tersebut masuk dalam tanggal merah atau hari libur nasional atau tidak.

Masyarakat Indonesia memiliki hari besar di bulan November ini, yaitu Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Adapun tahun 2021 peringatan telah mencapai tahun ke-76, di mana sama dengan HUT RI.

Ketetapan Hari Pahlawan setiap 10 November berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Libur. Amanat ini ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Awal mula atau sejarah Hari Pahlawan dipicu oleh tragedi berdarah tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Ketika itu, TNI dan rakyat Indonesia dari beragam latar belakang bersatu melawan pasukan Inggris yang menyerang Kota Pahlawan dan menjadi pertempuran pertama dengan pihak asing pasca kemerdekaan.

Sebenarnya bentrokan antara Indonesia dan Inggris mulai mereda menjelang akhir Oktober 1945, namun kembali memuncak setelah Brigadir Jenderal Mallaby yang merupakan Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur meninggal dunia pada 30 Oktober 1945.

Penyebab kematian Jenderal yang masih simpang siur tersebut direspons lebih oleh pasukan Inggris dan ingin menggempur wilayah Surabaya.

Dikutip dari website semarangkota.go.id, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh sebagai pengganti Mallaby mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945.

Ultimatum tersebut meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan kepada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Selain itu ancaman Inggris juga akan menggempur Kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila Indonesia tidak mematuhi perintah dari pasukan Inggris.

Meski demikian, rakyat Surabaya justru menolak mentah-mentah permintaan Inggris. Akibatnya pertempuran pun tidak bisa dihindarkan selama seminggu.

Terdapat lebih dari 20.000 arek-arek Surabaya menjadi korban, sebagian besar merupakan warga sipil. Sementara 150.000 warga lainnya harus meninggalkan kota.

Oleh karena itu, sebagai momen peringatan atas jasa-jasa pahlawan dan warga yang telah mengorbankan nyawa membela Tanah Air, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan.

Tahun 2021 ini, Hari Pahlawan 10 November jatuh pada hari Rabu. Meskipun ini merupakan momen bersejarah, namun tidak ditetapkan sebagai tanggal merah nasional atau hari libur.

Bulan November 2021 tidak memiliki tanggal merah atau cuti bersama, kecuali memang hari Minggu tanggal 7, 14, 21, dan 28.

Sementara hari libur atau tanggal merah selanjutnya adalah hari Natal tanggal 25 Desember 2021 yang jatuh pada hari Sabtu.

Demikian penjelasan sejarah Hari Pahlawan Nasional beserta ketetapan apakah tanggal 10 November 2021 tanggal merah atau tidak.***

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme kita semua, serentak mari kita kibarkan bendera merah putih di tanah medayu watukumpul pemalang jateng Indonesia tercinta kita ini

Saya itu ,,…..kalo melihat bendera merah putih berkibar,……

Hatinya bergetar….,

sedih,,,

ingin menangis…..

dan ada rasa bangga….bahagia Luar biasa dalam dada….

Saya tidak ikut berjuang tapi saya bisa merasakan kebahagiaan rasanya kemerdekaan Indonesia.

yang bahkan para pahlawan Nasional Indonesia pun tidak bisa merasakan kebahagiaan kemerdekaan Indonesia karena gugur dalam perang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jadi sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia. Harus selalu memiliki rasa  patriotisme dan jiwa nasionalisme untuk selalu menghormati dan menghargai bangsanya sendiri.

Mari kita semua hormati jasa para pahlawan kemerdekaan yang sudah memberikan kita hasil dari perjuangan nya.

Dengan memasang bendera Merah putih serentak sejak 1 Agustus 2021 sampai dengan  30 Agustus 2021.

Sebagai wujud penghargaan kita atas perjuangan mereka dan sebagai bakti kita kepada bangsa kita Indonesia Raya .

Kepada sang saka Merah putih.  Hormat….gerak.

Hormat kami untuk Indonesia dari Pemerintah Desa Medayu kecamatan watukumpul kab Pemalang

SIDOMAS Sekarang Resmi dimiliki desa medayu, karena desa Cawet Lebih memilih Buka Cawet…Jangan Salah Persepsi ya,ini adalah tentang media Sistem Informasi Desa…!!!

Upaya Pemerintah Untuk menjadikan setiap desa di Indonesia menjadi desa yang berbasis digital.

Menjadikan setiap desa yang ada di Indonesia khususnya desa – desa yang ada di kabupaten Pemalang pun ikut untuk berlomba lomba memperlihatkan kemampuan dan kesiapannya dalam upaya peran serta dalam mewujudkan program pemerintah tersebut.

Tak seperti desa desa di kabupaten Lain. Pemerintah kabupaten Pemalang memiliki inovasi untuk lebih mengembangkan kreativitas dan kualitas hasil kreasi aplikasi dari Anak desa di kabupaten Pemalang itu sendiri.

 

Selain memfasilitasi dengan aplikasi sidekem-nya. Pemkab kabupaten Pemalang menginstruksikan kepada admin dan operator disetiap desa melalui cuitan dalam akun Twitter milik pak wakil Bupati Pemalang Bapak Mansyur Hidayat.

 

Pak wakil bupati berkomentar didalam salah satu tweet milik desa kandang.bahwa desa desa di kabupaten Pemalang supaya lebih bisa mengembangkan dan mengkreativitaskan website resmi dari setiap desa.untuk dapat digunakan sebagai media informasi. Dan sebagai bahan adu kreativitas antar desa dipemalang tersebut.

Sehingga desa desa di kabupaten Pemalang tidak perlu mencari atau bahkan membeli aplikasi buatan dari pihak lain.

Karena anak desa dipemalang itu mandiri dan siap berdaya saing.

Seperti halnya desa cawet yang memilih untuk membuat aplikasi mandiri sebagai media informasinya.

Desa medayu pun tak ketinggalan meluncurkan aplikasi SIDOMAS nya.

Sebagai Media Sistem Informasi Desa. Aplikasi tersebut adalah aplikasi dari hasil pengembangan situs website resmi desa medayu yang dipoles menjadi sebuah aplikasi guna untuk mempermudah akses berita masyarakat desa medayu khususnya.

 

Sidomas sendiri adalah nama sebuah mata air yang letaknya berada di perbatasan antara desa medayu dan desa cawet.

Meskipun Mata air dari sidomas lebih banyak digunakan sebagai sumber air minum dan irigasi ke wilayah desa medayu. Ketimbang desa cawet yang letaknya memang lebih tinggi dari mata air sidomas tersebut.namun tak dipungkiri juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum dan irigasi oleh masyarakat desa cawet juga.

Demikian lah sedikit gambaran tentang SIDOMAS sebuah nama mata air yang kemudian diambil menjadi sebuah nama aplikasi SIDOMAS yang dikembangkan oleh desa medayu.